Dinkes Halteng Mulai Buka Rekening Penerima Insentif Ibu Hamil dan Menyusui

Ilustrasi Ibu Menyusui Saat Terima Insentif. (Foto : Istimewa)

DUAZONA.COM, WEDA –  Tidak menunggu lama, program penjabat Bupati Kabupaten Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangaji (IMS) terkait pemberian insentif untuk ibu hamil dan menyusui langsung ditindaklanjuti Dinas Kesehatan.

Setelah melakukan pendataan, kini Dinas Kesehatan mulai membuka rekening bagi penerima insentif.

Kepala Dinas Kesehatan Halmahera Tengah, Lutfi Djafar kepada wartawan mengaku, rekening ini untuk mempermudah mereka untuk mengambil insentif tersebut. “Jadi, untuk hari ini kami coba buka rekening sebanyak 60 orang di Bank Rakyat Indonesia (BRI), semua yang masuk sesuai kriteria akan di bukakan rekening. Insya Allah dalam waktu dekat kalau semua prosedur sudah rampung akan segera di realisasi,” ujar Lutfi.

Lutfi mengatakan, 2.923 orang terdiri dari ibu hamil sebanyak 1.649 dan ibu menyusui sebanyak 1.274 masih merupakan data estimasi yang dihitung berdasarkan rumus program, dari jumlah tersebut kata Lutfi, kemungkinan akan berkurang.

“Jadi data itu merupakan data estimasi yang dihitung berdasarkan rumus program, nanti setelah diverifikasi sesuai kriteria, kemungkinan akan berkurang dari jumlah Istimasi tadi,” akunya.

Lanjutnya, syarat penerima program dari penjabat bupati ini adalah,  berdomisili di Halteng minimal 2 tahun, memilki KTP Halteng, dan tergolong masyarakat yang tidak mampu pada kehamilan anak ke 1 dan 2. “Jadi besaran insentif yang diterima 1 juta per orang setiap bulan,” jelasnya.

Dikatakannya, anggaran yang disediakan yakni, Rp 21.800.000.000. Dimana dari total anggaran tersebut, Dinas Kesehatan pembiayaan sebesar lima puluh persen dan Dinas Pemberdayaan masyarakat dan desa atau DPMD menangani lima puluh persen dengan menggunakan Anggaran Dana Desa atau ADD.

“Jadi selama 9 bulan untuk ibu hamil, 6 bulan ASI ekslusif dan 3 bulan MPASI, jadi total 9 bulan juga bagi ibu menyusui,” jelas Lutfi. Tambahnya, dengan kriteri kehamilam anak pertama dan kedua.

Diketahui, data estimasi yang di hitung berdasarkan rumus program yaitu Kecamatan Weda, ibu hamil sebanyak 396, ibu menyusui 338. Kecamatan Weda selatan ibu hamil 186, ibu menyusui 150. Kecamatan Weda tengah ibu hamil 196, ibu menyusui 151, kecamatan Weda Utara ibu hamil 200, ibu menyusui 136, kecamatan Weda Timur ibu hamil 65, menyusui 62, Patani barat ibu hamil 104, ibu menyusui 91. Patani ibu hamil 116, ibu menyusui 76. Patani Utara ibu hamil 126, ibu menyusui 96. Patani timur ibu hamil 92, ibu menyusui 56. Kecamatan Gebe ibu hamil 148, ibu menyusui 118. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *