Polda Maluku Utara dan Jajaran Tangkap Delapan Kurir Narkoba

Kapolda Malut Irjen Risyapudin Nursin saat Merilis Ugkap Kasus Narkoba di Kota Ternate, Senin (22/8/2022). (Foto : Aksal)

DUAZONA.COM, TERNATE – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Maluku Utara bersama Polres Ternate berhasil menangkap delapan pelaku penyalahgunaan narkoba di Maluku Utara. Tak tanggung-tanggung, selama satu bulan terakhir di Agustus 2022, pihak kepolisiasn mengamankan barang bukti ganja sebanyak 4,2 kg dan sabu 4,46 gram.

Kapolda Maluku Utara, Irjen Risyapudin Nursin didampingi Kabid Humas Kombes (Pol) Michael Irwan Thamsil dalam Konferensi Pers, Senin (22/8/2022) mengtakan, barang bukti yang diamankan oleh Ditresnarkoba,  ganja sebanyak 2,4 kg dan sabu 4,46 gram. Barang bukti yang diamankan oleh Satresnarkoba Polres Ternate yakni ganja sebanyak 1,8 kg.

Untuk tersangka yang diamankan penyidik Ditresnarkoba Polda sejumlah lima orang, yakni dengan inisial EW (22)  IB (20) , SA (20), AE (24) dan EK (20 tahun). Sedangkan tersangka yang diamankan penyidik Satresnarkoba Polres Ternate sebanyak  3 orang, AL (22), AN (30),  dan JI (22).

Menurut Risyapudin, kedelapan tersangka yang diamankan merupakan kurir dengan berbagai peranan dan modus operandi masing-masing. “IB dan EW  bertindak sebagai orang yang mengambil ganja, kemudian akan diberikan kepada seseorang sesuai arahan dari orang yang diduga pengedar atau bandar,” katanya.

Sementara SA bertindak sebagai orang yang mengambil ganja seseorang yang diduga pengedar atau bandar dan kemudian mengedarkan. Untuk AN, EK, dan AE bertindak sebagai orang yang mengambil ganja yang dikirim melalui jasa pengiriman. Kemudian mereka diarahkan seseorang yang diduga pengedar atau bandar untuk akan membuang ganja di tempat baru (dengan istilah sistem lempar) dan AL dan JI merupakan kurir dengan modus mengambil ganja dan kemudian mengedarkan.

“Semua tersangka diamankan di Kota Ternate, seperti di Kelurahan Bastiong Karance, Kelurahan Jambula, Kelurahan Tabahawa, Kelurahan Tanah Tinggi, Kelurahan Toboleu, Kelurahan BTN, serta di depan salah satu kantor jasa pengiriman di Ternate,” kata Kapolda.

Ditegaskan Kapolda bahwa, pasal yang disangkakan yakni Pasal 111 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum, menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan I dalam bentuk tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun, dan denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar,” ucapnya.

Kemudian dalam  Pasal 112 ayat (1) dan Pasal 114 ayat (1) UU Narkotika. Untuk itu katanya, butuh peran aktif kita bersama untuk mewujudkan Maluku Utara yang bersih dari narkoba.

Mayoritas yang diamankan merupakan anak-anak yang masih remaja, masih berusia 20 tahunan, tentunya menjadi keprihatinan bersama. “Saya berharap mari kita bahu-membahu saling menjaga satu sama lain, kita jaga anak-anak kita, saudara-saudara kita agar tidak terjerumus dengan narkoba,” harapnya seraya menegaskan, Polda Maluku Utara tidak akan segan-segan menindak pelaku penyalahgunaan narkoba. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *