Wagub Malut Mengukuhkan Tim Pengendali Penurunan Stunting Kepulauan Sula

Tim Pengendali Penurunan Stunting Kepulauan Sula Dikukuhkan. (Foto : Istimewa)

DUAZONA.COM, SANANA – Wakil Gubernur Maluku Utara, M. Ali Yasin, mengukuhkan Tim Pengendali Stunting Kabupaten Kepulauan Sula. Pengukuhan tim Pengendali Stunting, berlangsung di Ruang Pertemuan Kediaman Dinas Bupati, Selasa (23/08/2022).

Tim Pengendali Penurunan Stunting Kepulauan Sula, dipimpin Wakil Bupati, H. Saleh Marasabessy sebagai koordinator, Sekda Muhlis Soamole sebagai wakil koordinator dan disisi beberapa pimpinan SKPD terkait, di antaranya, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Gina Tidore, Kepala Dinas Pemberdayaan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Hi. Umi Kalsum, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Siti Hawa Marasabessy, Kepala Dinas Kesehatan Suryati Abdullah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Rahmat Hidayat Silia serta beberapa kepala bidang perencanaan.

Wakil Gubernur Maluku Utara, M. Ali Yasin dalam Sambutanya pada pelantikan Tim Pengendali Penurunan Stunting  mengatakan, ada beberapa program pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, salah satunya  program Pengendali Penurun Stunting, pengukuhan Tim Pengendali Penurunan Stunting dilakukan berdasarkan arahan presiden melalui peraturan residen (Perpres) Nomor 72 tahun 2021 tentang program penurunan stunting.

Menurut M. Ali Yasin, Presiden melalui Perpres Nomor 72 tahun 2021 tersebut menginstruksikan pada pemerintah daerah untuk segera membentuk tim koordinasi pengendali dan penurunan stunting sampai pada yang terkecil, yakni desa.

Untuk itu, tim pengendali penurunan stunting Kepulauan Sula yang dipimpin langsung wakil bupati, segera memperkuat kerangka konsep untuk mengintervensi  sampai ke pelosok desa.

Wagub  menambahkan, beberapa waktu lalu, pemerintah provinsi seluruh Indonesia telah dipanggil untuk rapat koordinasi terkait pengendalian dan  stunting, dalam rapat tersebut, salah satu pesan Presiden adalah alokasi anggaran oleh pemerintah.

Olehnya itu, pihaknya meminta pemerintah daerah untuk mengalokasi sebagian anggaran pada tim pengendali penurunan stunting, sehingga tim dapat melaksanakan program.

Lanjut M. Ali Yasin, presentasi angka stunting secara nasional, Maluku Utara berada pada posisi 74,5 persen, sementara untuk tingkat Provinsi Maluku Utara, Kabupaten Kepulauan Sula berada pada posisi ketiga dengan angka presentasi 27 persen. “Berharap angka stunting Maluku Utara sampai dengan tahun 2024 harus berada pada posisi 14 persen kebawah,” katanya.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Sula, Fifian Adingsi Mus pada sambutanya mengatakan, penanganan stunting untuk Maluku Utara, untuk Kepulauan Sula berada posisi ketiga dengan angka presentasi 14 persen.

OUntuk itu, bupati berharap, tim Pengendali Penurunan Stunting yang dipimpin wakil bupati agar lebih fokus dalam melakukan validasi dan verifikasi data dalam rangka untuk menekan angka stunting sampai pada angka presentasi 14 persen kebawah.

Menurutnya,  untuk menekan angka stunting,  sumberdaya kader posyandu dan kader keluarga di desa harus diperkuat, karena lokus atau tempat penderita stunting lebih banyak terjadi di desa. (red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *